Waspadai Kanker Serviks

Posted by Ihsan Amaly on

GEJALA KANKER SERVIKS

Tanda-tanda dan gejala dini kanker serviks begitu tersama sehingga banyak wanita tidak menyadari bahwa dirinya telah mengidap kanker serviks. Hal ini dikarenakan perkembangan penyakit ini yang lambat sehingga  jarang menunjukkan tanda-tanda dan gejala awal yang spesifik. Gejala kanker baru terlihat setelah penyakit ini memasuki stadium lanjut. Gejala kanker serviks pada stadium lanjut adalah munculnya rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan intim (contact bleeding) , keputihan yang berlebihan dan tidak normal serta pendarahan di luar siklus menstruasi. Apabila kanker serviks sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan mengeluh nyeri punggung dan nyeri saat buang air kecil.

 

DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
Deteksi dini kanker serviks yang ideal adalah pemeriksaan Papanicolaou (dikenal dengan pemeriksaan pap smear), test ini mendeteksi adanya perubahan-perubahan sel leher rahim yang abnormal.  Menurut NCCN Guidelines ver1.2011 Cervical Cancer Screening, deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan pap smear dimulai saat wanita berumur 21 dengan frekuensi pemeriksaan tiap 2 tahun. Metode lain yang juga dapat digunakan untuk deteksi dini kanker serviks adalah Inspeksi Visual dengan asam asetat atau yang lebih dikenal dengan IVA.

Metode ini memeriksa serviks dengan cara melihat langsung dengan mata telanjang serviks setelah memulasnya dengan larutan asam asetat 3-5%. Menurut WHO, IVA dapat mendeteksi lesi/luka pada tingka pra kanker dengan sensivitas sekitar 66-96% dan spesifitas 64-98%. Metode IVA merupakan program yang sedang digalangkan oleh pemerintah melalui puskesmas-puskesmas dalam beberapa tahun ini.

 

PENCEGAHAN KANKER SERVIKS

Langkah-langkah pencegahan kanker serviks bisa dilakukan dengan:

1)      Pemberian vaksin HPV, Vaksin HPV umumnya dianjurkan untuk remaja perempuan (di bawah 16 tahun) yang belum aktif secara seksual. Vaksin ini dibagi dalam tiga dosis. Jarak antara dosis pertama dan kedua adalah 2 bulan, sedangkan jarak dosis pertama dan ketiga adalah 6 bulan. Beberapa kepustakaan mengatakan vaksinHPV ini dapat menekan resiko kanker serviks hingga 75%.

2)      Pap smear atau metode IVA secara teratur 2 tahun sekali. Sekalipun sudah divaksinasi, wanita tetap dianjurkan memeriksakan dini secara rutin karena vaksinasi dan deteksi dini sebenarnya merupakan 2 hal yang berbeda fungus. Vaksinasi merupakan upaya pengurangan resiko, sementara deteksi dini adalah upaya untuk mengetahui jika ada ketidaknormalan yang menunjukkan tanda-tanda kanker di stadium yang lebih awal sehingga memperbesar peluang kesembuhan. Ayo beli pap smear kitnya di Medicom, klik di sini sekarang.

3)      Menjaga perilaku seksual yang sehat, jangan berhubungan intim dengan berganti-ganti pasangan. Setialah pada pasangan Anda.

4)      Hindari perilaku personal hygine yang jelek khususnya kebersihan tangan. Tangan yang terkontaminasi dengan virus HPV lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim. STOP INFEKSI BAKTERI di tangan Anda dengan ASEPTIC GEL, klik di sini sekarang. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini.

Cegah kanker serviks sebelum terlambat, lakukan deteksi dini dan pencegahan dengan vaksinasi. Anda sangat berharga untuk keluarga dan orang di sekitar Anda.

from: Warta Onemed (Edisi: 04, Juni 2015)


Share this post



← Older Post Newer Post →