200 Juta Syringe Menyuntik Indonesia

Posted by Ihsan Amaly on

OneMed mempertegas kekuatan produk dalam negeri.

Bidang pelayanan kesehatan di tanah air saat ini menghadapi berbagai tuntutan, baik dari aspek regulasi dan persyaratan keamanan mutu, juga di sisi lain tuntutan atas kemudahan akses masyarakat pada layanan kesehatan yang murah dan berkualitas, karena sebagian besar masyarakat kita mengupayakan kesehatannya dengan cara membayar sendiri (out of pocket). 

Tentu situasi ini tidaklah mudah dihadapi oleh provider produk dan layanan kesehatan dalam negeri. Pada kenyataannya para produsen alat kesehatan membutuhkan upaya ekstra untuk memenuhi tuntutan itu.

Menurut Direktur Utama PT Jayamas Medica Industri dr Jemmy Hartanto, sebagai penyedia alat kesehatan (alkes) banyak persyaratan yang harus dipenuhi dalam mengembangkan produk agar memenuhi standar yang di persyaratkan oleh regulator. Produk-produk alat suntik yang diproduksi Jayamas dengan brand OneMed yang kini banyak dipakai pada lingkup pelayanan kesehatan di tanah air merupakan salah satu wujud keberhasilan Jayamas dalam meningkatkan utililitas pabrik.

Jemmy Hartanto mengatakan, “Jayamas memproduksi disposable syringe dengan beragam variasi di bawah payung brand yakni OneMed.”

Ia menambahkan, “Alat suntik dengan merek OneMed saat ini telah banyak dipakai di sebagian besar unit pelayanan kesehatan. Penggunaannya sangat bervariasi mulai dari pelayanan imunisasi, kontrasepsi, suntikan vitamin, obat, pengambilan darah di laboratorium dan yang lainnya

Para pelaku pelayanan kesehatan sebagian besar berpendapat bahwa saat ini pelaksanaan patient safety dalam hal pemakaian alat kesehatan menunjukkan tren yang semakin membaik. Dalam pemakaian peralatan suntik, banyak terjadi perubahan yang didorong oleh regulasi yang menyerukan “one syringe for one patient”. Tren ini akan terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena regulasi ini terbukti mampu menurunkan risiko-risiko pemakaian pada alat suntik yang tidak benar.

Saat ini rasio kebutuhan minimal untuk alat suntik di tanah air bisa dua kali lipat dari jumlah penduduk per tahunnya, atau ada referensi yang mengatakan lima kali jumlah penduduk.

Menurut Jemmy, sejak tahun 2000, Jayamas telah membangun cleanroom untuk perakitan alat suntik dan mengemasnya dengan blister packing. Proses sterilisasinya dilengkapi dengan fasilitas Etylene Oxide Gas (EO Gas). Saat ini produk spuit yang dihasilkan Jayamas sudah lengkap, dengan variasi ukuran mulai dari 1 cc, 2,5 cc, 3 cc, 5 cc, 10 cc, 20 cc, 50 cc termasuk enema syringe, feeding syringe dan irrigation syringe, dengan merek OneMed.

Ia mengatakan,”Pada tahun 2007, kami telah mengakuisisi merek Stera dan memindahkan fasilitas produksi yang ada di Cikampek ke Krian Sidoarjo Jawa Timur. Di lokasi yang baru itu kami memulai memproduksi Stera kembali, yang selama dua tahun menghilang dari pasar.”

Jayamas tidak berhenti sampai disitu, Jemmy mengungkapkan bahwa perusahannya juga telah melakukan peremajaan mesin-mesin. Dan memproduksi mulai dari biji plastik sampai produk jadi spuit. Kendati demikian, Ia mengaku jarum suntiknya masih diimpor dari perusahaan asal Jepang.

Perusahaannya mempercayakan kualitas jarum suntik itu pada perusahaan Jepang, karena kualitas produknya memenuhi standard, selain itu jarum suntiknya tajam sehingga pasien tidak merasakan sakit ketika menerima suntikan. Ini wujud dari komitmen Jayamas memenuhi tuntutan di lingkup pelayanan kesehatan.

“Kami punya ambisi menjadi market leader di kategori alat suntik. Kontribusi produk-produk OneMed saat ini meraih 30% dari total pasar domestik. Tersebar di berbagai rumah sakit pemerintah maupun swasta, puskesmas, dokter dan bidan praktek,” ujar Jemmy.

Produk syringe yang kami produksi telah memenuhi standar ISO 13485, ISO 7886-12005 dan SNI 16644-2002. Semuanya hanya digunakan untuk sekali pakai, dan selanjutnya harus dimasukkan ke dalam safety box atau sharp container untuk dimusnahkan dengan memakai incenerator yang telah dimililiki oleh setiap rumah sakit, atau puskesmas besar. Dengan demikian mencegah cross infection.

Produk-produk bermerek Stera dan OneMed telah memenuhi standar minimal tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan sudah mencapai 46,73 %, dimana persyaratan untuk pemakaian komponen produksi dalam negeri adalah 40%, sesuai dengan Perpres No 54 Tahun 2010 dan Inpres No 2, Tahun 2009 tentang Penggunaan Produksi Dalam Negeri.

Melihat pasar alat suntik saat ini yang tumbuh semakin besar, Jemmy optimis mengatakan, tahun ini Jayamas menargetkan pengembangan utilitas pabriknya. “Ini dilakukan untuk meningkat kapasitas produksi. “Kami mematok target produksi tahun ini mencapai 200 juta syringe dengan beragam ukuran. Ini akan menjadi prestasi luar biasa, karena akan meningkatkan kontribusi produk kami di pasar dalam negeri.”

Sudah masanya masyarakat kita memberikan kepercayaan pada produk dalam negeri untuk mendukung upaya pembangunan kesehatan nasional.

“OneMed berkomitmen terus men-deliver kualitas dalam produk yang terjangkau oleh masyarakat, jadi cintailah produk Indonesia, gunakan produk lokal yang berkualitas dan memenuhi standar yang dipersyaratkan,” tutur Jemmy Hartanto.

 

Sumber: indonesia-pharmacommunity.blogspot.co.id/2011/03/200-juta-syringe-menyuntik-indonesia.html


Share this post



← Older Post Newer Post →